Selasa, 28 Maret 2023

SOAL UTS PROFESI PENDIDIKAN

 1. Buatlah perbedaan; pekerjaan, profesi, profesional, profesionalisme, dan profesionalisasi.

2. Uraikan indikator guru profesional berdasarkan hasil mini research yg sudah anda lakukan!. *(Jangan lupa cantumkan sumber pustakanya)*

3. Uraikan bagaimana peran organisasi profesi guru terhadap pelaksanaan tanggung jawab guru! *(Jangan lupa cantumkan sumber pustakanya)*

4. Klasifikasikan jenis pendidik dan tenaga kependidikan! *(Jangan lupa cantumkan sumber pustakanya)*

5. Uraikan keterkaitan administrasi, kepemimpinan, dan amanjemen dengan bahasa Anda!

6. Deskripsikan permasalahan yang anda temukan ketika melakukan mini research mengenai profesi dan profesional guru!.

7. Apa yang dapat anda pahami mengenai profesi pendidikan dan jurusan anda kuliah saat ini!.

Minggu, 26 Maret 2023

 

Soal UTS Analisis Model Pelatihan

By; Jubaidah Hasibuan, M.Pd.

 

Jawablah soal-soal dibawah ini dengan benar dan tidak saling copy paste sesama teman anda. Ketikkan jawaban anda pada laman MS.Word, dan tuliskan identitas anda dengan jelas. Tugas ini dikerukan secara individu dan dikumpulkan pada google drive kelas paling lambat pukul  12.00 WIB. Bagi mahsiswa yang memiliki jawaban yang sama, maka lembar jawabannya tidak saya koreksi. Tiap jawaban memiliki sumber pustaka yang terdeteksi.

1.      Butlah perbedaan pelatihan, diklat, dan pemberdayaan secara konseptual!

2.      Sebelum memulai kegiatan pelatihan sebaiknya melakukan need assessment terhadap masyarakat sasaran. Butlah rancangan kegiatan need assessment berdasarkan pendekatan dibawah ini;

a.       Competency study

b.      Need survey

c.       Analisis performansi

d.      Task analysis

3.      Berdasarkan model pelatihan yang akan anda terapkan, tuliskan model pelatihan apa yang anda pilih kemudian buatlah sintak dan indicator pencapaiannya!

4.      Lakukan analisis terhadap model-model pelatihan berikut ini;

a.       Model pelatihan berbasis kinerja

b.      Model pelatihan ADDIE

c.       Model pelatihan ICAS

d.      Model pelatihan kecakapan hidup (pada 4 jenis kecakapan hidup)

e.       Model magang atau pemagangan (apprenticeship training),

f.       Model intership (intership training),

g.      Model pelatihan keaksaraan (literacy training)

 

 

Minggu, 06 Februari 2022

Jenis Kebutuhan Belajar Menurut Buku Volunteers of Learning

 

Kebutuhan belajar merupakan gap atau rentang antara suatu keadaan dasar yang sedang terjadi dengan suatu keadaa yang diinginkan yaitu meliputi : pengetahuan,ketrampilan dan kecakapan hidup seseorang yang mana keadaan ini hanya akan dapat diwujudkan dengan ada kegiatan atau proses belajar. Kebutuhan dalam belajar sangat beragam dan variatif sesuai perubahan kondisi dan waktu yang terus berlangsung. Menurut Johnstone dan Rivera (1965) dalam buku “Volunteers of Learning” yakni :

1. Kebutuhan belajar yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan :

 a) Peningkatan ketrampilan untuk melaksanakan tugas professional.

b) Ketrampilan untuk melakukan pelatihan dan pembelajaran.

c) Pengetahuan dan ketrampilan manajerial/administrasi.

d) Ketrampilan meggunakan advertensi dan pemasaran.

e) Pengetahuan dan ketrampilan manajemen perkantoran.

f) Ketrampilan dalam menggunakan alat-alat kerja.

g) Ketrampilan untuk membantu dan melayani orang lain, staf dan pekerja.

2. Kebutuhan belajar yang berhubungan dengan kegemaran dan rekreasi :

 a) Keterampilan berolah raga.

b) Keterampilan membuat dekorasi.

c) Keterampilan tari-menari.

 d) Keterampilan permainan.

e) Keterampilan menggunakan alat musik.

f) Keterampilan melukis dan memahat.

g) Keterampilan rekreasi lainnya.

3. Kebutuhan belajar yang berkaitan dengan keagamaan :

a) Peningkatan pengetahuan tentang agama yang dianut dan cara pengalamanya.

b) dalam kehidupan sehari-hari.

c) Peningkatan kesadaran dan sikap beragama.

 d) Pengetahuan dan keterampilan tentang cara-cara untuk mempelajari dan menyiarkan agama.

 4. Kebutuhan belajar yang berhubungan dengan penguasaan bahasa dan pengetahuan umum :

a) Pengetahuan dan keterampilan bahasa asing.

b) Pengetahuan dan keterampilan tentang kesusasteraan.

c) Pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah.

d) Pengetahuan dan keterampilan ppenggunaan matematika dan statistika.

e) pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu pengetahuan alamiah.

f) pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu sosial.

5. Kebutuhan belajar yang berkaitan dengan kerumahtanggaan :

a) Keterampilan tata busana

b) Keterampilan tata boga

c) Keterampilan meningkatkan pendapatan keluarga

d) Keterampilan membina keluarga sehat.

6. Kebutuhan belajar yang berkaitan dengan penampilan diri :

 a) keterampilan memelihara kesegaran jasmani.

b) keterampilan membaca cepat.

c) keterampilan belajar secara aktif.

d) keterampilan berbicara di depan umum.

e) keterampilan berkomunikasi secara efektif.

f) keterampilan bergaul di masyarakat.

7. Kebutuhan belajar yang berhubungan dengan pengetahuan peristiwa baru :

a) pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa di dalam negeri.

b) pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa di luar negeri.

c) pengetahuan tentang berbagai aliran politik.

d) pengetahuan tentang cara menjadi warga negara yang baik.

8. Kebutuhan belajar yang berhubungan dengan usaha dibidang pertanian :

a) keterampilan mengolah tanah , memilih bibit , dan memelihara tanaman.

b) keterampilan memberantas penyakit dan hama tanaman.

c) keterampialan mengolah hasil pertanian dan memasarkannya.

d) keterampilan beternak hewan dan ikan.

e) keterampilan membina usaha pertanian.

9. Kebutuhan belajar yang berkaitan dengan pelayanan jasa :

a) keterampilan mengemudi. b) keterampilan perbengkelan. c) keterampilan pelayanan jasa angkutan. d) keterampilan yang berkaitan dengan jasa lainnya . kebutuhan belajar yang dipaparkan diatas dapat dikatakan kebutuhan belajar secara umum atau kebutuhan belajar pada umumnya, adapun kebutuhan belajar yang lebih khusus yang berkaitan dengan tenaga pendidik dan peserta didik serta perencanaan pembelajaran atau kurikulum.

Dalam hal ini proses belajar yang diharapkan dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik sehingga interaksi dan komunikasi antara tenaga pendidik dan peserta didik sangat dibutuhkan agar kesesuaian yang diharapakan dapat terjadi secara maksimal. Tujuan umum pembelajaran adalah adanya sejumlah proses yang yang dilewati peserta didik sebagai pengalaman yang memberikan manfaat yang nyata sesuai target yang menjadi acuan dalam perencanaan belajar sebelum kegiatan belajar dimulai. Tujuan belajar sendiri berkaitan erat dengan peserta didik yang mana memungkinkan terjadinya proses yang sistematis tentang hal-hal yang ingin dibangun secara umum maupun lebih khusus. Tujuan pembelajaran secara umum adalah adanya perubahan perilaku kepada arah yang diharapkan.

Dalam mencapai tujuan belajar yang berporos pada peserta didik ada beberapa hal yang diukur sebagai hasil dari belajar yang terjadi : 1. Dapat terwujudkan, konkrit, dan dapat diakses melalui panca indera. 2. Normatif, sesuai dengan nilai dan norma. 3. Berpotensi memberikan nilai tambah. 4. Disukai, dapat direplikasi, dan dapat dikembangkan. 5. Memberikan sumbangan nyata pada pemecahan masalah kehidupan. Sehingga kebutuhan belajar akan saling bergantung dengan tujuan umum dari pembelajaran yang diharapkan.

 

Referensi;

 Prayitno. (2009). Dasar Teori dan Praksis Pendidikan . Jakarta: Grasindo.

Prashnig,Barbara.(1998).The Power Of Learning Styles, Terjemahan : Nina Fauziah, Cetakan I, Penerbit Kaifa, Bandung, 2007.

Repository Universitas Pendidikan Indonesia. (2013). Konsep Azas Kebutuhan.

(http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pls_060871_chapter2.pdf)

Selasa, 30 November 2021

SOAL UAS

 

Soal UAS 

Matakuliah keterampilan dasar penmas. 

Semester Ganjil. TA: 2021-2022

1.     Buatlah argument yang melandasi anda perlu mengikuti mata kuliah penerapan keterampilan dasar PLS berdasarkan UU No.20 Tahun 2003!

2.  Pendidikan masyarakat/PLS dalam penerapannya menggunakan pendekatan andragogy. Uraikan bagaimana pendekatan andragogy dalam membelajarkan masyarakat!

3.    Sebagai pembelajar, orang dewasa memiliki beberapa asumsi sebagai landasan mengikuti pembelajaran. Uraikan secara rinci asumsi belajar orang dewasa menurut Malcolm Knowles.

4.     Life skill merupakan interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang dimiiki seseorang agar dapat menjadi dirinya sendiri, bekerja sama dengan orang lain, membuat keputusan logis, sampai mencapai tujuan dalam hidupnya sehingga seseorang tersebut dapat mandiri. Buatlah contoh kegiatan pendidikan masyarakat/PLS yang dapat mengembangkan personal skill, sosial skill, academic skill, dan vocational skill!

5.   Dalam melaksanakan pendidikan masyarakat/PLS dapat menggunkan berbagai model pembelajaran sosial. Diantaranya adalah pembelajaran partisipatif, pembelajaran kontekstual, dan pembelajaran mandiri. Buatlah contoh kegiatan pembelajaran penmas/PLS yang dapat dilakukan menggunakan model pembelajaran sosial tersebut!.

 

Petunjuk pengerjaan soal

1.   Jawablah pertanyaan secara runtun di halaman kerja Ms. Word menggunakan font size 12 Tnr dan justify.

2.      Tidak dibenarkan saling mencontek (jawaban sama). Jika ada lembar jawaban yang isinya sama, maka dianggap tidak melaksanakan UAS.

3.     Pengumpulan secara kolektif melalui ketua kelas dan atau yang mewakili dengan cara menggabungkan seluruh jawaban menjadi 1 dokumen word sesuai nomor urut absensi kelas.

Selamat mengerjakan!๐Ÿ˜€

Minggu, 11 Oktober 2020

Assalamu'alaikum

Berikut penjelasan singkat cabang ilmu filsafat pendidikan yang diuraikan secara sederhana.

Cabang-cabang ilmu filsafat dalam filsafat pendidikan; ontologi pendidikan, epistimologi pendidikan, dan aksiologi pendidikan.

Ontologi secara bahasa terdiri dari kata ontos artinya ada, dan logos artinya ilmu. Sehingga dapat  disimpulkan bahwa ontology pendidikan adalah suatu ilmu yang mengkaji dan membahas tentang  hakikat ada dan keberadaan sesuatu dalam dunia pendidikan berdasarkan logika ataupun pikiran manusia. Dapat diartikan bahwa sebagai ilmu yang membahas tentang apa yang ingin kita ketahui , seberapa jauh rasa ingin tahu kita terhadap sesuatu yang "ada". Objek dari ontologi tidak terkait dengan suatu perwujudan tertentu, melainkan tentang apa yang ada secara universal. Ontologi akan menjawab pertanyaan apa hakikat manusia, mengapa pendidikan itu ada, dan mengapa ada lembaga pendidikan itu. Hakikatnya, dalam filsafat pendidikan bahwa ontology memandang bagaimana memberikan pengajaran, bimbingan dalam proses belajar untuk mencapai tujuan pendidikan.

Epistemologi secara bahasa adalah, episteme artinya pengetahuan atau kebenaran dan logos artinya pikiran atau teori. Maka dapat disimpulkan bahwa epistemologi pendidikan adalah  teori tentang suatu kebenaran atau pengetahuan. Atau dapat diartikan sebagai cara atau metode untuk memperoleh suatu kebenaran atau pengetahuan. 

Aksiologi secara bahasa adalah aksios yang berarti nilai dan logos berarti teori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aksiologi pendidikan adalah teori mengenai nilai yang dapat digunakan manusia berkaitan dengan suatu pengetahuan yang telah diperoleh. Atau dapat diartikan sebagai teori yang menjelaskan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu yang telah ia peroleh. Dan nilai tentang kegunaan ilmu itu harus disesuaikan dengan etika dan estetika. Dalam hal ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu guru dan siswa mengenai hubungan timbal balik diantara keduanya dalam kegiatan pembelajaran. 

 

Terimakasih sudah mampir dan menyempatkan membaca tulisan ini. Sampaikanlah walah hanya satu ayat๐Ÿ˜Š

 

LIFE LONG LEARNING

Life long learning merupakan sebuah bentuk kesadaran akan adanya perkembangan zaman yang selalu berubah sehingga dibutuhkan inisiatif untu...